Inilah Cara Membagi SHU yang Benar antara Unit Toko dan Simpan Pinjam di Transaksi Kredit Barang

Inilah Cara Membagi SHU yang Benar antara Unit Toko dan Simpan Pinjam di Transaksi Kredit Barang

Akhir bulan merupakan hari-hari sibuk bagi pegawai Koperasi , apalagi bagi Koperasi yang masih menggunakan cara manual. Bisa dibayangkan jika anggotanya ada ratusan bahkan ribuan. setiap akhir bulan harus mencetak rekap tagihan piutang anggota yang diserahkan ke bendahara gaji. Lebih ruwet lagi jika ada banyak jenis piutang. Akan lebih membingungkan lagi jika akhir tahun harus menghitung berapa SHU yang didapat dari unit toko dan simpan pinjam.

Muncul pertanyaan, kalau penjualan kredit barang di toko masuk ke SHU unit toko atau unit simpan pinjam ya??? terus bagaimana perhitungan pembagiannya ???

Kami akan membantu anda bagaimana cara membagi SHU yang benar  antara unit toko dengan simpan pinjam pada Koperasi.

seperti inilah gambaran dari alur transaksi piutang di unit toko:

chart penjualan kredit

Baik, kita ulas dulu point-point detail dari alur diatas:

1. Anggota melakukan belanja di unit toko. belanja disini bisa berupa:

a. Belanja cara bayar cash, untuk cara ini tidak kita bahas lebih lanjut di postingan ini.

b. Belanja piutang barang, yaitu belanjaan anggota dengan cara piutang yang nantinya ditagihkan bulan depan dengan potong gaji

c. Belanja piutang kredit barang, yaitu pembelanjaan barang oleh anggota yang dibayar dengan nyicil (kredit) dengan potong gaji juga. Biasanya metode ini dipakai untuk barang-barang dengan nilai yang besar, misalnya : barang elektronik.

2. untuk belanja piutang kredit barang, unit toko mentransaksikannya secara cash, kemudian nota dari transaksi penjualan tersebut ditagihkan ke unit simpan pinjam.

Selanjutnya , unit simpan pinjam mencatatnya sebagai piutang barang dan piutang ini murni dikelola oleh unit simpan pinjam.

3. Unit Simpan Pinjam membayar cash dari nota penjualan yang ditagihkan oleh unit toko.

“Selanjutnya adalah proses di akhir bulan yaitu merekap total piutang anggota di masing masing unit”

4. Di Unit Toko, Rekap piutang barang anggota selama sebulan dicetak dan ditagihkan ke bendahara gaji.

Contoh hasil rekap piutang barang dari system seperti ini:

laporan total piutang

5. Di Unit Simpan Pinjam, Rekap piutang uang dan piutang kredit barang dicetak dan diserahkan ke bendahara gaji.

Contoh rekap piutang dan piutang kredit barang dari system seperti ini:

laporan tagihan

6. Bendahara Gaji menyerahkan slip gaji serta memotong gaji anggota untuk diserahkan ke unit toko dan unit simpan pinjam dengan besar sesuai rekap tadi.


Catatan: “semua rekap tadi sudah tersedia secara otomatis oleh system saat kita melakukan transaksi. jadi kita tidak perlu repot membuat rekap tagihan lagi saat akhir bulan”


“Selanjutnya adalah proses akhir tahun yaitu merekap SHU masing-masing unit dan besarnya SHU yang didapat masing-masing anggota”

7. SHU yang didapat oleh unit  toko berasal dari laba pembelanjaan anggota baik cash maupun kredit.

8. SHU yang didapat oleh unit simpan pinjam berasal dari jasa pinjaman uang serta pinjaman barang yang di overtake dari unit toko tadi.


Catatan: “untuk transaksi piutang kredit barang , Unit Toko mendapat laba dari hasil penjualan barangnya, dan Unit Simpan Pinjam mendapat laba dari Jasa kredit barangnya”.


Kiki Susanti
No Comments

Sorry, the comment form is closed at this time.